Daging Kurban

Warga Miskin di Polewali Hanya Nonton Tetangga Menikmati Daging Empuk di Hari lebaran

Budaya Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Sejumlah warga miskin di Polewali Mandar, sulawesi barat mengaku hanya bisa bersabar dan mengusap dada saat ia menyaksikan sanak tetangga mereka menikmati daging empuk di hari lebaran Idul Adha

atau hari raya kurban. Meski tak mendapat pembagian daging dari panitia kurban dan hanya menikmati makanan buras dan ikan kering. Mereka mengaku tetap berusaha bersyukur dan menikmati hari lebaran idul adha, sebagai hari kebahagiaan.

 

Momentum hari raya Idul Adha atau hari raya kurban selama tiga hari pasca lebaran, seharusnya menjadi momentum untuk saling berbagai terutama kepada warga kurang mampu.

 

Sayangnya sejumlah janda dan warga miskin di Polewali Mandar mengaku hanya bisa menonton sanak tetangganya menikmati daging emmpuk di hari raya lebaran Idul Adha. Meski sanak tetangganya mendap[atkan jatah daginmg dari panitia namun mereka justru luput dari perhatian panitia kuraban sebagai warga yang berhak merayakan hari kegembiraan sambil menikmati daging pembagian dari para dermawan atau mereka yang bekelebihan reski.

 

Rukiyah, janda miskin yang masih berduka karena suaminya meninggal dunia sebulan lalu ini tak kebagian daging kurban yang dibagi-bagikan panitia.

 

Warga asal Dusun Pakkandoang, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini mengaku tak keberatan dan tak akan memperkarakan panitia kurban lantaran ia tak kebagian jatah daging. Hanya saja dari kondisi sosial kehidupannya Janda yang tengah berduka ini cukup layak mendapatkan pembagian daging kurban dari tetangga lainnya.

 

Tak ada menu istimewa yang dihidangkan di rumahnya pada hari raya ini. Saat para keluarga sedang menikmati daging lezat, keluarga Rukiyah hanya menikmati menu seadanya, seperti ketupat, buras dengan lauk sambal tomat dan ikan kering.

 

Rukiyah tinggal di rumah berukuran 3×5 meter. Ia terpaksa tinggal bersama anak dan menantunya sejak suaminya meninggal sebulan lalu.

 

Hal yang membuat Rukiyah sedih karena tahun ini ia berlebaran tidak lagi ditemani oleh suaminya, Ibrahim, yang baru meninggal bulan lalu karena serangan penyakit.

 

“Lebaran tahun lalu, saya masih sama almarhum bapak, tapi tahun ini beda. Itu yang membuat saya bersedih,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami Jara. Warga Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali yang juga tak kebagian jatah daging kurban. Warga yang tergolong kurang mampu ini hanya menempati rumah berukuran 4X6 meter dengan diniding dari anyaman bambu yang sudah lapuk. Rumahnya dihuni oleh tiga Kepala Keluarga dengan jumlah 17 orang anggota keluarga. 

 

Ia bersama keluarga hanya makan buras, ketupat dan ikan kering di hari raya. Kendati demikian, ia tetap bersyukur bisa merayakan idul adha sambil berkumpul bersama anggota keluarga lainnya.

 

“Saya tidak tahu kenapa tidak dapat pak, padahal saya ini tergolong warga miskin,” ujarnya.

 

Pembagian daging kurban yang tidak tepat sasaran dan kurang menyentuh warga miskin atau tidak mampu, membuat mereka kerap hanya bisa menonton sanak tetangga yang kehidupan sosial dan ekonominya jauh lebih mapan dari mereka, daripada menikmati daging yang tak pernah bisa terjangkau untuk warga miskin. (K-POL02).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *