MUI Sulbar Minta Vaksin Rubella Dihentikan Karena Belum Memiliki Setifikasi Halal

Anak dan Problematikanya Hukum Kesehatan News Pendapat Publik Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk menghentikan sementara pemberian vaksin rubella karena belum memiliki sertifikasi halal dari MUI. Pernyataan tersebut disampaikan ketua MUI bidang informasi dan komunikasi, Masduki Baidlowi, disela-sela kegiatan Madrasah Kader Nahdalatul Ulama Wilayah Sulbar di pondok pesantren Sarampu, Polewali Mandar, Jumat (3/8) malam.

 

Vaksinasi masssal rubella dan campak yang gencar dilakukan petugas dinas kesehatan di sekolah-sekolah sejak awal Agustus 2018 di Polewali Mandar dan kabupaten lain di sulawesi barat mendapat kritik keras dari MUI Sulbar. MUI mendesak agar kementerian kesehatan menghentikan smenetara pemberian vaksin bagi anak-anak sekolah karena vaksin rubella belum mengantongi sertifikat halal.

Masduki mengimbau Kementerian Kesehatan sebaiknya melakukan klarifikasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kebohongan publik. Sebab, hingga saat ini, vaksin rubella belum memiliki label halal yang diberikan oleh MUI. Pihak MUI telah melakukan koordinasi dengan kementerian kesehatan dengan mengundang dan berdialog untuk membahas masalah tersebut.

MUI telah meminta kepada Kemenkes untuk menghentikan semenatara pemberian vaksin rubella hingga vaksin tersebut memenuhi ketentuna dan miliki label halal. MUI menilai, umat islam itu harus terjamin betul jika ada produknya harus terjamin kehalalannya. Jika tidak terjamin kehalalannya, itu melanggar undang-undang karena semua itu merupakan keharusan termasuk vaksin, makanan harus ada sertifikasi halalnya.

“Yang kami sayangkan dari Kemenkes, seolah-olah diberbagai daerah menyatakan itu sudah ada proses sertifikasi halal, padahal sebebanrnya belum ada. Nah ini banyak masyarakat yang percaya bahwa vaksinasi yang dilakukan diberbagai daerah itu sudah ada sertifikasi halal dari MUI,”ujarnya usai kegiatan.

Sejak MUI menyatakan vaksin Rubella belum memiliki label halal,  hal ini menjadi kisruh di kalangan masyarakat. Maklum kementeriankesehatan di seluruh Indonesia, termasuk di Polewali Mandar dan sulawesi barat terus menggencarkan pemberian vakisnasi masssal di sekolah-sekolah meski hal in mendapat keritik berbagai pihak.

 

Pemberian vaksin rubella dan campak sendiri ditargetkan untuk anak-anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun.  Pencanganan ini mulai digelar Dinkes Polman sejak 1 Agustus dan diperkirakan akan rampung hingga hingga akhir agustus tahun ini. (KS)

Kunjungi Channel Youtube Kami di : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *