Imunisasi Ccampaak - Rubella

Dihibur Guru Hingga Gubernur, Siswa jadi Berani Diimunisasi Campak – Rubella

Anak dan Problematikanya Kesehatan Life Style Nasional Pendidikan Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR, LINI!.COM – Beragam cara dan trik sederhana dilakukan petugas kesehatan dan guru-guru sekolah di Polewali mandar, sulawesi barat dalam membangkitkan semangat dan keberanian para siswa mereka menghadapi imunisasi campak dan rubella.

Para peserta imunisasi tak hanya dimotifasi dan dihibur petugas kesehatan dan guru-guru di sekolah, mereka juga dihibur Gubenur Sulbar, Ali Baal masdar. Anak-anak yang semula jadi ragu dan cemas menghjadapi momok jarum suntik yang menakutkan tampak jadi pemberani. Para siswa malah tampak antri meminta giliran diimunisasi petugas.

 

Ratusan siswa di sekolah SDN 066 Pekkabata Polewali Mandar  tampak bersemangat mengikuti imunisasi campak dan rubella yang dilakukan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Pekkabata. Para siswa tampak antri mendapatkan giliran diimunisasi campak dan rubella.

 

Untuk membangkitkan semangat dan keberanian para siswa TK dan SD ini, para guru dan petugas kesehatan terlibat secara langsung menghibur para siswa sebelum imunisasi dimulai. Para siswa diyakinkan lebih dahulu jika jarum suntik yang kerap jadi momok menakutkan bagi anak-anak tidak berbahaya bahkan malah menyehatkan. Tak hanya petugas kesehatan, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar  dan kepala dinas kesehatan Polewali Mandar tampak hadir menghibur  di tengah siswa yang tengah berjuang melawan kecemasan.

 

Selama proses imunisasi berlangsung para guru dna petugas kesehatan hadir di tengfah-tengah mereka untuk terus mensuffor para siswa. Sementara para sisw ayang sudah mendapat giliran diiimunisasi juga dilibtakan untuk ikut memotivasi keberanian teman-teman mereka yang belum mendapat giliran diimunisasi.

 

Cara dan trik sederhana ini terbukti mamu mebnagkitkan semangat dna keberanian siswa menghadapi jarum suntik agar bisa ikut diimunisasi. Para siswa bahkan tanmpak antri dan saling ledek keberanian diantaran mereka sebelum mendapat giliran diimunisasi petugas kesehatan.

Siti Sakinah Koordinator Imunisasi Campak dan Rubella Puskesma Pekkabata mengatakan, imunisasi massal di sekolah-sekolah ini adalah pemberian vaksin campak dan rubella untuk mencegahan penyakit rubella sejak dini pada anak.  Vaksin combo ini diberikan kepada seluruh anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Vaksin combo ini bertujuan untuk mencegah dua penyakit yakni campak dan rubella yang menyebakan penyakit kebutaan, tuli dan penyakit lainnya.

 

“Kita menargetkan selama agustus seluruh anak usia 9 bulan hingag 15 tahun sudha harus divaksin campak dan rubella. Ini penting untuk mencegah penyakit kebutaan dan tuli pada anak,”jelas Siti Sakinah, Koordinator Imunisasi Campak dan Rubella Puskesma Pekkabata.

 

Di wilayah Pekkabata sendiri ada sekitar  8000 lebih anak-anak usai  9 bulan hingga 15 tahun yang akan divaksin Campak dan rubella. Pemberian suntik vaksin ini dijadwalkan akan berlangusng di sekolah-sekolah selama agustus tahun ini.

 

Sejumlah siswa dan orang tua siswa menolak anaknya diimunisasi sementara karena alasan anaknya sedang sakit. (RF).

 

 

Saksikan Channel Youtube kami di Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *