Sudah 3 Pekan Guru di Mamasa Mogok Mengajar

Hukum & Kriminal Mamasa Pendidikan
Bagikan

Puluhan guru di Mamasa sulawesi barat menggelar aksi mogok mengajar di sekolah, sejak tiga pekan terakhir. Para guru memperotes lantaran hanor mereka tak kunjung dibayarkan sejak 8 bulan terakhir. Meski mereka tetap datang ke sekolah namun para guru memilih tidak mengajar. Para siswa yang datang ke sekolah tampak bingung dan hanya bermain atau berkeliuaran pada jam pelajaran, sebelum mereka kembali ke rumah setelah bosan menunggu belajar di sekolah.

 

Aksi mogok mengajar yang dilancarkan para guru membuat siswa di SMK Negeri 1 Sesena Padang (Sespa) Mamasa terlantar. Meski jam sudah me=nunjukan pukul 9.00 wita Senion (30/7/2018) para siswa yangh datang ke sekolah tampak hanya berkeliaran di luar ruangan atau duduk-duduk di depan kelas dan halaman sekolah sambil menunggu kabar kapan mereka belajar.

 

Efraim, Siswa SMK Negeri 1 Sesena Padang mengaku stres sudah tiga poekan mereka datang ke sekolah setipa hari namun mereka tidak pernah belajar. Para siswa yang datang ke sekolah hanya tampak dudik bergerom,bol pada jam pelajaran. Mereka baru pulang ke rumah sata bosan menunggu di sekolah namun tak ada guru yang masuk kelas.

 

“sudah tiga minggu kita tidak belajar. Selama sekolah pasac alibur panjang baru tiga kali belajar,”jelas Efraim, Siswa SMK Negeri 1 Sesena Padang

 

Para guru disekolah itu sudah pekan ketiga ia menghentikan aktifitas mengajar di kelas. Alasannya honor mereka sebagai guru honorer hingga kini sudah delapan bulan tak kunjung dibayarkan pihak sekolah.

 

Para guru juga memperotes kepala sekolah mereka karena dinilai tidak cakap memimpin. Para gfuru menilai managemen sekolah tidak berjalan profesional sebagaimana mestinay lantaran kepala sekolah dinilai tidak cakap memimpin sebagai kepala sekolah. Para guru memprotes ketersediaan buku-buku dan fasilitas mengajar yang tidak tersedia di sekolah itu. Hal itu dinilai membuat para guru dna siswa sulit mengejar ketertinggalan mereka dnemgan sekolah lain yang pengelolaanya lebih baik.

 

Fram, Guru Honorer SMKN 1 Sespa Mamasa mengaku meski setiap hari datang ke sekolah namun mereka bersepakat untuk tidak mengajar sampai tuntutan m,ereka di penuhi. Para guru honorer mendesak agar pemerintah dna kepala sekolah lebioh manusiawi. Alasannya mereka full time menghabiskan waktu untuk mencurahkan tenaga dan fikirna untuk mencerdaskan para siswa namjun jas amereka seperti tak dihargai.

 

“Kmai tetap datang ke sekolah tiap hari tapi kami tidak mengajar sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang sudah delapan bulan tak mebayar honor para guru,”jelas Fram, Guru Honorer SMKN 1 Sespa Mamasa

 

Yosefat, salah bsatu guru ASN di sekolah tersebuit mendesak pengambil kebijakan untuk menagani masalah di sekolah mereka. Yosefat, menilai ketidak cakapan kepala sekolah memimpin memnyebakan banyak masalah berkembang di sekolah karena tak kunjung ditangani.

 

Kepala sekolah, Tadius menyatakan pihaknya tunduk pada keputusan atasan. Ia mengaku sebagai poelksana tuntduk pada apa pun keputusan pimpinannya. Tadius mengakui guru ghonorer di sekolahnya memmag sudah berbulan-bulan tak menerima honor, namun itu bukanlah faktior kesalahan seluruhnya di tangan kepala sekolah. Sebab pembayaran honor guru itu irusan pemda, kepal asekolah hanya menyalurkan.

 

“Sebagai bawahan saya menunggu keputusan pimpinan,”jelas Tadius, Kepala Sekolah SMKN 1 Sespa dengan singkat.

 

Bukan hanya guru honorer dan ASN yang memprotes terhadap manajemen kepemimpinan kepala sekolah. Pengawas sekolah SMK Negeri 1 Sesena Padang, Daud bahkan tegas Meminta Kepala sekolah untuk mundur dari jabatannya karena tidak mampu menerapkan sistim Manajemen yang baik di sekolah hingga kehadirannya malah meicu konplik dan masalah di internal sekolah.

 

“Saya meinta yang bersnagkutan agar segera dipindahkan dari sekolah, karena ini telah mengorbankan banyak kepentingan termasuk kepentingan siswa dna guru,”jelas Daud, Pengawas SMKN 1 Sespa

 

Untuk mengantisipasi gejolak di sekolah petugas kepolisian polres Mamasa melakukan patroli rutin ke sekolah. Pihak kepolisian juga tengah nedorong upaya mediasi semua pihak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di sekolah milik pemerintah tersebut.


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *