Bayi Dilarikan ke RS Setelah Konsumsi Herbal Pedagang Keliling

Anak dan Problematikanya Budaya Kesehatan Mamuju News
Bagikan

MAMUJU,Lini1.com – Berhati-hatilah memberi obat yang tidak jelas kepada putra dan putri kesayangan anda. Seorang bayi di mamuju sulawesi barat terpaksa dilarikan orang tuanya ke rumah sakit Rsud Mamuju, Sabtu kemarin (13/1/2018), lantaran kondisi kesehatannya drop dan badannya kurus kerempeng, setelah mengkonsumsi obat herbal tanpa merek yang diduga bpom palsu. Bocah yang semula badannya tampak sehat dan bugar, kini kurus kerempang hanya dalam tempo satu bulan lebih setelah konsumesi obat herbal palsu tanpa nama tersebut.

 

Reski Alif (2 tahun), bayi dari desa Patidi Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat ini terpaksa harus dirawat di rsud mamuju, karena kondisi badannya drop dan tampak kurus kerempeng.

 

Gangguan pertumbuhan kesehatan yang dialami Alif hingga kondisi pisiknya seperti mengalami gizi buruk ini terjadi setelah kedua orang tuanya memberikan obat herbal tanpa merek yang diduga balai bpom palsu.

 

Obat herbal suplemen palsu menggunkan nomor registrasi obat resmi yang sudah terdaftar tersebut didapatkan orang tunaya dari penjual obat keliling, seharga rp 1,2 juta rupiah.

 

Alif mengkonsumsi obat herbal palsu tersebut secara rutin selama hampir dua bulan. Harapan orang tuanya agar anaknya kelak tumbuh sehat dan cerdas mengungguli anak-anak seusianya, malah menui petaka. Alif bukannya tumbuh sehat dan montok, namun malah makin kurus kerempeng.

 

Sebelumnya, kondisi bayi tersebut tampak gemuk dan sehat, namun usai setelah mengkonsumsi obat herbal tersebut secara rutin, kondisi badan alif terus menurun hingga kondisinya badannya sangat memprihatinkan.

 

Akibatnya bayi tersebut kini menjalani perawatan intensif di ruang cempaka 04 rsud mamuju.

 

Kakek Reski Alif, Damri menyebutkan, semula cucunya lahir sehat dan normal seperti anak-anak seusinya. Namun setelah mengkonsumsi obat herbal tanpa merek dna menggunakan nomor badan pom dari merek obat terdaftar sebelumnya, kondisi kesehatannya malah meburuk.

 

“Mulanya sehat dna montok, tapi belakangan jadi kurus setelah makan obat pedagang keliling,” Damri, Kakek Reski Alif.

 

Kapala Bpom Mamuju, Neti Nurmuliati yang mendapatkan kabar tentang obat herbal palsu tersebut langsung mendatangi ruang perawatan dan mengecek langsung botol obat yang telah dikonsumsi alif.

 

Nurmiati menjelaskan, obat yang diberkan kepada bayi alif memang palsu karena tidak memeliki nama. Obat ini memang mencantumkan nomor registrasi bpom, namun pedagang obat herbal palsu menjiplak nomer pendaftaran obat herbal lain yang sudah resmi menggunakan namanya sendiri.

 

“Ini obat palsu, namanya tidak ada, nomor registrasi yang digunakan itu milik nama obat lain yang sudah terdaftar di BPOM,”jelas Neti Nurmuliati, Kepala Bpom Mamuju.

 

Neti menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan teliti sebelum membeli obat – obatan apalagi dibeli dari tangan pedagang obat keliling yang tidak jelas asal usulnya. Bpom meminta agar masyarakat yang hendak mebeli obat tertentu bisa mengecek di bpom sebelum melakukan pembelian, agar tidak m,enimbulkan petaka di kemudian hari.


Bagikan

1 thought on “Bayi Dilarikan ke RS Setelah Konsumsi Herbal Pedagang Keliling

  1. ihiuhiuh
    poikopk
    upopokop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *