Warga Basah Kuyup Demi Bangun Jembatan Darurat Secara Suka Rela

Budaya Inspirasi Mamuju Tengah Musik Plesir
Bagikan

MAMUJU TENGAH,Lini1.com – Demi membangun sebuah jembatan darurat yang menghubungan dua desa yang terputus akibat jembatan tua di desa tersebut hanyut terseret banjir bah, pekan lalu, warga desa karossa dan desa kayu calla, mamuju tengah, sulawesi barat, rela berenang dan basah kuyup di hilir sungai demi membangun jembatan darurat secara suka rela, sejak senin kemarin (15/1/2018).

Dengan peralatan seadanya, warga kedua desa ini tampak kompak bergotong royong membangun jembatan darurat secara suka rela di muara sungai mora, mamuju tengah, sejak senin kemarin.

Jembatan darurat ini dibangun warga secara manual. Untuk memasang bentangan atau menancapkan tiang jembatan satu persatu di dasar sungai, warga terpaksa bergantian menyelam ke dasar sungai. Sebagian warga lainnya berjibaku menarik tali di dalam sungai agar bentangan kayu dan tiang jembatan darurat yang dibangun tersebut bisa berdiri kokoh dan tidak miring.

Karena keterbatasan bahan dan dana, jembatan yang dibangun secara gotong royong atau swadaya warga ini terlihat hanya menggunakan beberapa kayu bekas dan potongan batang bambu. Hal tersebut terpaksa dilakukan warga karena terbatasnya material kayu di wilayah tersebut.

Walau sangat rawan terjatuh dari jembatan karena tak punya dinding kokoh, akses jalan desa satu-satunya ini terpaksa dimanfaatkan warga sebagai akses jalan keluar masuk desa tersebut karena tak ada jalan alternatif.

Jembatan tua yang menghubungkan dua desa ini sebelumnya terputus dan melumpuhkan antifitas dan perekonomian warga, sejak hanyut dan hilang terseret banjir bah, pekan lalu.

Kepala dusun kayu calla, aminuddin mengatakan, warga terpaksa bergotong royong membangun jembatan darurat lantaran jembatan lama yang menghubungkan kedua desa sebelumnya hanyur terseret banjir bah pekan lalu.

Sejak jembatan vital antar dua desa tersebut terputus pekan lalu, sempat membuat aktifitas dan perekonomian warga lumpuh

“jembatan lama pekan lalu hanyut terseret banjir. Kita bangun secara bergotongroyong agar akses jalan desa bisa terhubung kembali,”jelas Amiruddin, kadus kayu calla.

Warga berharap pemerintah setempat bisa membanguan jembatan desa yang lebih kokoh dan lebih permanen agar akses keluar masuk kedua desa di kabupaten tersebut, tidak terhambat. Pasalnya jembatan kayu ini setiap saat dikhawatirkan warga terancam roboh dan hanyut, terutama saat banjir terjadi.


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *