2 Video Merekan Suasana Kepanikan di Tengah Kemacetan Saat Warga Mengungsi Tengah Malam Pasca Gempa Dinihari

Bencana Alam Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

PINRANG,LINI1.COM – Dua video amatir yang merekam suasana kepanikan warga yang terjebak kemacetan di jalan-jalan desa di Pinrang sulawesi selatan, saat warga bersamaan tumpah keluar rumah untuk mengungsi ke pegunungan tinggi, Senin (01/10/2018) dinihari tadi. Kabar hoax akan adanya Tsunami yang merebak dengan cepat dari mulut ke mulut dan media sosia,l membuat warga yang panik tak bisa lagi menggunakan akal sehatnya.

Kabar menghebohkan warga sepanjang pesisir pantai Majene, Polewali Mandar, sulawesi barat hingga Pinrang, Pare-pare dan Barru, sulawesi selatan, merebak pasca gempa berkekuatan 3,7 SR sekitar Pukul 1.53 wita yang berpusat di 43 m barat daya Polewali Mandar.

Dalam video yang direkam Anas Tika, salah satu warga Cempa kabupaten Pinrang sulawesi selatan saat warga yang panik dna ramai-ramai mengungsi meninggalkan rumah mereka, meperlihatkan betapa warga yang semual tidur nyenyak tiba-tiba terbangun dan mengungsi dari rumahnya.

Warga panik lantaran kabar Tsunami akan terjadi pasca gempa beberapa ment sebelumnya. Warga yang termakan isu hoak tersebut tak lagi berpikir sehat. Merka lansung  meninggalka rumah menggunakan kendaraa mobil atau motor untuk memboyong keluarga mereka ke daratan tinggi termasuk di pegunungan Paleteang dan pegunungan Pakoro Pinrang yang dipercaya sebagai tempat aman untuk berlindung jika benar terjadi Tsunami seperti isu yang mebuat mereka panik.

Anas Tika kepada wartawan menyebutkan hampir seluuruh tetangganya di Cempa yang panik ikut mengungsi. Anas sendiri semula hendak menysul sanak tetangga ikut megungsi dan memboyong sanak keluarganya untuk mengungsi, namun belakangan ia urug lantarakan kabar yang mebikin panik warga tersebut tak jelas asal usulnya.

Menurut Anas, Kepaniian warga yang langsung megungsi dalam waktu yang nayris bersamaan membuat jalan-jalan desa dan lorong terjebak macet lantaran wara buru buru meninggalkan rumah dna harta benda mereka karena khawatir terdampak tsunami seperti isu yang mereka dnegar.

Video milik Nia, warga sikku ala Pinrang juga mmeperlihatkan suasana kepanikan serupa. Jalan-jaan desa yang macet lantaran warga tumpah dalam waktu yang hampir bersamaan meninggalkan rumah dan harta benda mereka ke pengungsian.

Umumnya warga memilih mengungsi ke pegunungan Paleteang, Malimpung atau gunung Pakoro yang diyakini aman dari tsunami jika benar-benar terjadi.

Arwan, warga Kecamatan Mallsusetasi kabupaten Baru sulawesi selatan yang rumahnya berada di kawasan pegunungan Barru, menceritakan, ia panik lantaran dinihari ratusan warga pesisir Wirittasi ramai-ramai mengungsi menggunakan motor dan mobil. Mereka  memboyong keluarga dan anak-anak mereka dnegan perbekalan seadanya ke pegunungan.

“Kita kaget karena tidak ada kabar, tiba-tiba warga berdatangan ke desa kami sambil memboyong anggota keluarga menggunakan mobil atau motor dinihari,”jelas Arwan ikut kaget desanya tiba-tiba disesaki pengungsi senin dinihari tadi.

BMKG Majene dan pemerintah setempat di sepanjang pesisir pantai dari Majene, Polewali hingga Pinrang, Pare-pare turun ke jalan menggunakan pengeras suara untuk menagkal isu hoax soal kabar akan adanya Tsunami pukul 10 wita pagi ini.

Mobil pemda Majene ini mislanya terus berkeliling kampung dari desa ke desa unuk mengingatkan warga unutk tidak percaya isu sunami yang meresahkan dna mebuat warga panik dna mengungsi ke pegunungan.

PLH BMKG Majene, Yusran dalam realesenya bernomor KP.015/341/MJE/X/2018 juga telah menyebarkan surat himbauan lewat pemerintah setempat, maupun lewat jaringan media sosial agar masyarakat tidak terprovokasi isu hoax terkait kabat Tsunami yang akan melanda pesisir pantai pasca gempa dinihari tadi malam.

Yusran mengigatkan agar warga tidak mengosongkan rumahnya, saat mengungsi karena bisa jadi asaran kriminal oleh mereka yang sengaja meneybar berita hoaks hingga menimbulkan kepanikan warga.

“Dihimbau kepadawarga agar tidak menanggapi isu-isu hoaks terkait tsunami yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,”jelas BMKG dalam realisenya tertanggal 1 Oktober 2018

Sementara puluhan warga di kabupaten Pinrang sulawesi selatan dialporkan rumahnya jadi sasaran pencurian, saat warga mengungsi dan meninggalkan rumah mereka dinihari tadi. (SUL-11).

 

2 Video Merekan Suasana Kepanikan di Tengah Kemacetan Saat Warga Mengungsi Tengah Malam Pasca Gempa Dinihari

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *